Ketika Cinta

January 17, 2011 at 5:18 am Leave a comment

Ketika alunan asmara mulai menyapa anak adam,

siapa yang bisa menolak pesonanya yang begitu indah

mata itu akan penuh harapan, wajah itu laksana cahaya surga yang sengaja turun

Cintailah ia dengan seluruh kesederhanaanmu, karena langit tak mungkin dapat kamu jangkau andai kamu tak punya sayap….

Cinta itu memiliki sayap yang mampu menerbangkanmu ke atas awan, membawamu menari dengan angin, tapi ia akan kembali saat sore tiba, karena ia senantiasa merindukan matahari yang tertelan oleh birunya lautan..

Saat itu, kamu akan merasa betapa tergesanya ia menyongsong matahari, mampukah kita menyeimbangkan alunan sayapnya? kalau tidak kita akan terjatuh terhempas penuh kesedihan yang menyesakki kerongkongan…

Belajarlah untuk mencintai dengan bersahaja

Dengan begitu kakimu akan senantiasa menginjak bumi, hatimu akan selalu ada diantara detak jantungmu, otakmu akan selalu berada di kepalamu dan perasaanmu akan senantiasa sepadan dengan jiwamu…

Cinta, seribu tahunpun episode tentang cinta tak akan pernah berakhir…

Jika hatimu lapang kembalikanlah ia pada Yang Maha Cinta….

Entry filed under: My Little Word.

“Som-Se” Minimalis Project

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


January 2011
M T W T F S S
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Recent Posts

Feeds


%d bloggers like this: