Posts filed under ‘My Little Word’

Edisi mengantri di bank

Yaaaaa udah nomor 74 asyiiiiiik tinggal 7 lagi…

Kenapa? Mau tau lagi dimana? Dimananya ga perlu yang printing saat ni q lagi session antri di sebuah bank… 

Eits bukan mau ngritik bank ya tapi mau share waktu ngantrri ini biar ga kerasa borrrrriiing hehehe….

Mau usul dong gimana kalo lagi banyak ngantrri gini di kasi snack hehehe… Ato di kasi bonus aksesoris atau muterin drama Korea gituh .. Maunyaaa….

Udah nomor 78niiih, mata mula berputar putar nih nyariiii apa ya? Ga ada semuanya pada sibuk dengan gadgetnya dari banyaknya antrian yg bercakap cakap cuma 2 orang ckckckckck… Aku mau cakap sama siapa ya? Hmmmm ga da… Ya sudahlah nunduk lagi ketik ketik hurup berharap ada yang negur…

Mau negur duluan tapi Muka mba yg di damping kaya ga mau di tegur tiap q lihat langdung sibuk dengan smartphone nya ah kubtunggu ntip ja lagi apa siii “peep” hehehe ternyata lagi sibuk ngurusin Angela….

Siapa Angela? Hmmmm itubkucing lucu yang gemesin… Temennya si Tom ama si ginger…

Lirik lagi c mbanya ah ternyata lagi sibuk baca status man temennya di bbm sekali Kali senyum sendiri, ya ampyuuuun ko bisa samaaan ya… Mungkin s mbanya juga boring ya nunggu antrian..

Udah ah mau melamun aja sambil dengerin musik gratis….

Selamat mengantri, ingat mengantri juga merupakan salah satu latihan buat membentuk kepribadian jadi lebih sabar..

Udah ah antriannya udah sampeee yeeeeeaaayyyy

August 31, 2015 at 2:22 pm Leave a comment

Drama Korea oh Drama Korea (What happens to my family)

“gak kepancing, ga kepancing, ga kepancing”

kalo inget itu pasti senyum sendiri, kalimat itu kusebut dengan mantra anti drama korea maksudnya tadinya mau keukeuhan sama sinetron tapiiiiii mata hati jiwa juga keukeuh sama drama korea dan sampai sekaranglah jadi huge fans drama korea….

Dari zaman Winter Soneta sampei yang baru beres Hello monster, ada beberapa drama yang punya “ngeh” di hati bahkan lebih dari itu berkesaaan banget….

Kalo bertanya Drama apa yang wajib di tonton? jawaban dirikuh pasti semuanya wajib di tonton tapiiiiii rekomendasi banget harus wajib kudu nonton Drama  What happens to my family pemerannya oke oke alur ceritanya mantep kadang sedih lucu gembira gregetan semua rasa ada…. 20 jempol deh buat drama ini….

What happens to my family ada 53 episode, dan dijamin ga bakalan ngebosenin jangan sangsi lah sama pemainnya yang pasti enak dilihat he..he..he…

di Drama ini salut banget sama Kim Hyun-joo sebagai Cha Kang-shim emosinya diana tuh manteb banget kalo lagi lucu bikin ngakak tapi giliran sad mmmmmmm bikin mata bengkak…..

Yang blom nonton ayo nonton cepetan…

Tapi jangan lupa ya tetep support drama kita… ayo para sineas indonesia di tunggu sinotren sinetron yang okenya lagi….

August 21, 2015 at 11:21 am Leave a comment

sound of Uang

“cliiiing” itu bunyi koin, koin apa aja mau koin uang cebuan ato koin gopean atopun koin disalah satu tempat permainan suaranya sama kaya gitu.. kadang kalo kembalian ga ada koin bisa berubah tuh jadi permen, rata-rata ga ada yang mau protes sama kasir ya secara dalam pikiran ngeributin uang recehan tapi kalo naik angkot yang ongkosnya 2000 eh disaku cuma ada 1900 ditambah permen 2 mau ga tu supir nerima ongkos kita??? hayoooooo…… pasti dalam hati, kita baca baca mantra ga jelas berharap waktu berputar dan saat nerima kembalian kita ga dapat permen sebagai ganti.. hmmm… eh pas turun angkot kasih aja tu semua uang sama permen dan lalu balik kanan dan lariiiiiii sekenceng kencengnya… xixixixi.. tu supir pasti bengong.. dan pasti berpikir kalo kita kebelet mau bobo… hehehehe…..

teruuuus kalo bunyi uang kertas gimana??? (wanita cantik ini mulai berpikir heeee)

kalo uang kertas bunyinya bisa mirip kresek .. bingungpan??? ko kresek ya iyalah secara ya uang kertasnya sudah berubah jadi berkresek-kresek belanjaan hehehehe… (mang tatang langsung cemberut, secara itu uang kertasnya malah minta tolong, lho ko bisa mang?? ya kan uang kertasnya kecebur kali, jiaaah kalo kecebur kali uang kertasnya ngilang kaliii ga bakalan minta tolong ada-ada aja mang tatangmah mentang-mentang lagi ngobrol sama orang cantik membahana whoaaaa mang tatang langsung ikutan kecebur kali…)

Uang itu bisa lebih tajam dari pisau, lebih beracun dari arsenik, lebih mematikan daripada bom atom tapi uang itu bisa sangat jadi penurut (maksudnya??? ya sekolahin aja tu uang dari mulai PG sampe PT, desiiiig mang tatang  pingsan sambil melintir-lintir kumisnya) bahkan uang bisa menjadi oksigen, uang bisa menjadi jalan mendekatkan diri pada Sang Maha Pemilik Kekayaan, caranya ya tergantung yang pegang uang itu…. Pendidikan yang tinggi harus tetap ditopang dengan ketakwaan yang tinggi pula karena uang hanya sebuah benda duniawi yang mungkin bisa membeli apa aja tapi uang hanyalah alat agar kita hidup senantiasa bersukur,

sebanyak apapun uang yang kita miliki tapi kalo tetap merasa tidak cukup maka itulah kemiskinan yang sesungguhnya, tapi apabila kita senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang kita terima maka berapapun uang yang kita miliki akan terasa begitu bermanfaat dan berkah, karena Allah SWT adalah Pemilik Segalanya padaNYAlah kita akan kembali.

Semoga kita termasuk orang-orang yang senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang selalu Allah SWT beri disetiap detik kehidupan kita, Amiiin…

selamat pagi sahabat, selamat menjalankan hari-hari dengan penuh keimanan… amiiiiin….

Semoga Indonesia menjadi negara yang penuh dengan ketulusan dan keikhlasan…..

March 16, 2013 at 6:01 am Leave a comment

My Lovely September

Yang pertama terucap adalah “Selamat Datang September”

Ada yang bilang, ko aneh tanggal enam baru bilang September… he..he.. “kan ada behind de scene” memangnya film ja kehidupanpun tak lepas dari si “behind” itu….

September bagiku adalah Bulan yang penuh dengan makna not only “ceria” tapi sebuah pendewasaan diri baik dari cara berfikir, mengolah sebuah keadaan dan dari penampilan baik itu secara lahiriah ataupun dari segi kalbu alias batin, or Inner nya…

September penuh dengan kejadian yang membuka pandangan bahwa betapa “casing” pun diperhitungkan dalam pergaulan, karena mata memandang berawal dari “bungkus” itu, kepolosan berfikir bahwa apa adanya akan memikat sebuah pemikiran untuk konsisten ternyata adalah akhir dari sebuah proses, karena ke konsistenan itu akan menemukan sebuah kesederhanaan yang memikat ketika proses itu sudah berjalan dengan sempurna.

September merupakan sebuah titik balik dari seluruh kehidupan remajaku, di September ini aku mulai mengerti tentang segala yang telah terjadi pada lembar-lembar kejadian dari seluruh Diariku, bahwa segala sesuatu tak bisa diharapkan hadir hanya dengan “menunggu” seperti patung tapi “sesuatu” itu akan datang bahkan akan mengejar kita ketika kita “menunggu” dengan berusaha bergerak mencari cara agar “sesuatu” itu akan datang hadir dengan penuh kejujuran.

Di September lahir sebuah “Cinta” dalam sebuah kepergian, sebuah kata “ikhlas” merangkai bait-bait senja menjadi sebuah doa tentang kebahagiaan, bahwa ada Sang Maha Kuasa yang tak pernah tidur, tak pernah  meninggalkanku, hingga air mata itu menjadi sebuah untaian semangat untuk bisa “move on”.

September pun menjadi saksi bahwa kehidupan begitu manis untuk dilewatkan, keputusan besar telah diambil tinggal bagaimana melangkah maju, ada orang-orang yang senantiasa berdoa itulah keluargaku, yang selalu memberi spirit itulah sahabatku,  yang selalu memberikan pelajaran berharga tentang sebuah kehidupan itulah “Cinta” masa remajaku yang kulepas dengan bahagia.

Angin September ini pun yang telah menyampaikan pengharapanku pada kehidupan “dewasa” agar lebih maju tidak peduli siapa ayahmu, tak peduli apakah ibumu, tak ingin tau siapa babat bibit bobotmu karena kehidupan dibentuk oleh diri sendiri dengan do’a kedua orang tua dan saudara-saudara terkasih, toh ikan laut pun rasanya tetap tawar walaupun selama hidupnya di air yang terasa asin.

Selamat datang September….. semoga inspirasi ini pun dirasakan oleh semuanya…..

 

September 6, 2012 at 12:27 am Leave a comment

PACAR (fiveteen minutes)

“Cuma pengen share aja hasil corat-coret dikit, dibaca ya… jangan lupa kasi komen, ga usah banyak-banyak yang penting bagus he….”

“Don, serius nih lug a bakalan masuk?”
Aku menggelengkan kepala, ini adalah kali pertama aku ga masuk kelas seumur-umur aku sekolah, dan ini adalah kali pertama aku tak tertarik dengan pelajaran, dan ini adalah kali pertama hatiku terasa begitu berat terasa begitu sakit sampai-sampai aku tak mampu berdiri, aku hanya mematung merasakan angin pagi yang mulai terasa begitu panas.
“Don, lu ga apa-apakan?”
Aku mengangguk, saat sekarang ini aku sedang tidak baik, aku kehilangan kesadaran diri, aku kehilangan kontrol emosiku rasanya pikiran ini ingin membuncah keluar mengeluarkan semua kemarahan yang tak kumengerti kenapa, ya kenapa??
Mardi, satpam sekolah di buat bingung oleh tingkahku karena aku hanya mematung memandang gerbang sekolah, ketika tubuhku didudukkan di Pos Satpampun aku hanya pasrah sedang mataku tak lepas memandang gerbang.
“Hati gue sakit Di” kataku lambat
Ya.. ini kali pertama aku merasakan betapa hatiku sakit setelah sekian lama hatiku berada dalam pelangi kebahagiaan.
Pelangi itu namanya “Eva” dia hadir begitu saja, saat aku tak pernah tertarik dengan perhatian siapapun, sikapku yang tak pernah peduli dengan lingkungan sekeliling tiba-tiba mulai tertuju dengan matanya.
“Thanks ya”
Aku mengernyitkan dahi “untuk apa?” jawabku dingin
“Telah membantuku menghindar dari ketakutanku” jawabnya begitu renyah
Aku tak menjawab aku hanya menapaki trotoar dengan acuh
“Aku Eva, mmm namamu Doni kan?” di mengulurkan tangannya dan dia memotong langkahku, aku terhenti, aku hanya memandangnya sinis saat itu aku melihatnya begitu mengganggu.
Tiba-tiba tangan kecilnya itu meraih tanganku, kita bersalaman, ini pengalaman pertamaku berkenalan dengan wanita, bersalaman, semuanya bagiku serba aneh.
Hatiku berdetak kencang, suaranya sangat keras dan entahlah perasaan apa ini, kutarik tanganku dari pelukan tangan Eva, aku percepat langkahku ku usap dadaku rasanya jantung ini ingin keluar untuk mendengarkan detakkannya yang secepat langkahku saat meninggalkan Eva.
Malamnya aku tak lelap, hatiku masih tersisa detakkannya dan pikiranku tak bisa merelakannya untuk dilupakan, aku seperti orang bodoh.
“Hai, Doni” suaranya sudah tepat di Belakangku
Aku tak menjawab, perlahan aku mulai melangkahkan kakiku]
“Maaf, kemarin aku menakutimu ya? Kamu tahu sekolahku itu bersebrangan dengan sekolahmu, jadi setiap hari aku bisa melihatmu, dan mungkin kita bisa berteman”
Teman? Sejak kapan aku punya teman? Bagiku teman hanya orang-orang di kelas, di sekolah, orang tua, kakakku
“Kamu mau jadi temanku, Doni?” Tanya Eva menghentikan langkahku
“Kamu diam? Kalau kamu diam artinya kamu mau jadi temanku, kamu tahu ini sudah takdir bagiku menjadi temanmu dan mungkin suatu saat aku bisa menjadi teman baikmu”
“Takdir? Teman baik? Enggak aku ga mau jadi teman baikmu” jawabku dingin
Ya, orang bilang aku terlalu dingin sampai-sampai aku tak pernah mengerti tentang keadaan disekelilingku padahal aku hanya tak tau caranya untuk mengungkapkan semua perasaanku, aku hanya mampu melihat dan semua orang tidak tau betapa aku mengerti semua kebiasaan mereka, Ayah, Ibu, Kakakku, teman-temanku di Kelas bahkan Mardi Satpam sekolahpun aku tau dia.
“Kalau ga mau jadi teman baikku, kamu mau jadi pacarku?” tiba-tiba Eva mengejutkanku dengan pertanyaannya, aku hanya menelan ludah dan aku pergi meninggalkannya seperti biasa karena hatiku seakan melompat-lompat ingin keluar dari dadaku.
Sejak mengenal Eva, malamku mulai terganggu oleh ocehannya yang selalu menemaniku setiap pulang sekolah, mimpiku selalu hadir dengan wajahnya.
“Don, ngapain?” Mardi mengagetkanku, aku salah tingkah
“emmm enggak” jawabku gugup
“lu pasti nungguin sisiwi sebrang? Ya kan?” Mardi memasang muka detektif padaku
Aku pergi, meninggalkannya yang sedang cengar-cengir, setelah hampir 3 bulan, ini adalah kali kedua aku jalan sendiri di trotoar ini, rasanya sepi.
“Wah, di kelas ga ada Eva sepi, kenapa juga tu bocah musti sakit?” suara di belakangku mengagetkanku
“sakit?” tanyaku dalam hati, langkahku mulai aga pelan dan kubiarkan para siswi itu ada didepanku, aku menguping.. “Ya Tuhan” seru hatiku
“emang sakit apaan tu anak?”
“katanya sih panas?”
“Hah? Panas?”
“Emang dari mana dia?”
“Katanya sih, keujanan waktu nungguin temannya pulang”
“Teman? Teman yang mana? Sampai bela-belain gituh?”
Tek.. aku menghentikan langkah, hujan besar itu terjadi kemarin, dan hari kemarin aku pulang terlambat karena di kelas ada pelajaran tambahan dan sejak hari kemarin itulah aku tak bertemu Eva,
“ah.. Gadis bodoh itu ternyata menungguku, dasar bodoh” aku menarik napas panjang, rasa khawatir mulai menjangkitiku, aku sedikit aneh jika mengingatnya.
“Don, pacarmu nunggu tuh” kata Mardi menggodaku, aku membesarkan mata pada Mardi
“Iya, itu anak sebrang seperti biasanya”
Rasa lega menghampiri perasaanku, aku gembira, aku merasa aneh lagi, dan hatiku berdegup sangat kencang saat senyum itu tertuju padaku, dadaku ini kutahan dengan tangan karena rasanya seperti tersengat lebah, aku tak mengerti mungkin seperti ini rasanya jika hati mulai melenceng dari pengetahuan, mungkin ini yang namanya “cinta” ah aku tak mengerti
“Hai.. Don, kamu merindukanku tidak?” Tanya nya, aku tak mampu menjawab aku hanya menatapnya dingin
“ini” kataku, sambil mengeluarkan payung dari tasku, yup payung itu kubeli ketika tau dia kehujanan karena menungguku
“Payung?” tanyanya
“Ya, ini kan musim hujan” jawabku, padahal hari itu cuaca sangat cerah
“Dengan payung itu kamu bisa menungguku tanpa harus sakit panas” ah.. sit aku mengatakan apa
Eva hanya tersenyum, “jadi, kamu tak mau jadi temanku tapi kamu mau jadi pacarku?” tanyanya lagi
Aku meninggalkannya lagi seperti biasa, tapi kali ini aku tersenyum, entahlah karena apa tapi aku merasa sangat bahagia lebih bahagia di banding ketika aku mendapatkan nilah A di sekolah.
Sejak saat itu aku sepertinya menikmati ketika Eva memperkenalkanku pada teman-temanya sebagai pacarnya, padahal kami hanya bertemu sepulang sekolah dan berpisah seperti biasanya di perempatan jalan.
Tak terasa sudah hampir 2 tahun aku mengenal Eva, walau tak kurang dari 15 menit setiap hari aku berjalan dengannya aku sepertinya mulai terasa terlengkapi dengan hadirnya Eva. Dia terasa begitu special bagiku, dulu aku tak pernah menyukai saat pelajaran harus usai tapi kini aku sangat menunggu waktu belajar usai.
Seperti biasanya Eva, sudah ada di depan gerbang, aku berjalan menuju arahnya dan dia tersenyum ah aku tak pernah bosan melihat senyumnya itu, tapi kali ini Eva terdiam dan 15 menit itu hampir berlalu tapi aku tak mendengar suaranya. Aku menghentikan langkah.
“kenapa?” tanyaku
“hm” jawab Eva
“Kenapa terdiam?”
“Enggak”
“Kamu aneh” kataku lagi
“Aneh?” Eva menjawab dengan nada suara berat
“Yang aneh itu kamu Don, sudah lebih dari 2 tahun ini aku berjalan di trotoar ini denganmu, tapi kamu tak pernah bicara padaku, kamu hanya menganggukkan kepala, menggelengkan kepala bahkan kamu tak pernah melihatku padahal aku selalu melihatmu”
“Eva” jawabku, entahlah aku tak punya jawaban
“Cukup Don” lanjut Eva, hatiku terhenyak, rasanya seperti shock terkena setruman
“Kamu tahu selama 2 tahun ini aku sudah membuang waktuku percuma hanya untuk menyukaimu, Besok aku mungkin tidak akan menunggumu lagi, tapi aku tahu kamu tak akan peduli, sudah cukup sampai disini Don”
Untuk pertamakalinya Eva pergi meninggalkanku, aku bisa melihat punggungnya terisak, dia menangis dan tak terasa air mataku jatuh dari mataku, arrrggh hatiku sakiiiiiiit sekali. Aku memandang Eva sampai ia hilang dari pandangan mata.
****
Pagi ini, seperti biasa kupandangi Eva yang celingukan melihat kanan kiri untuk menyebrang, aku menyukai saat wajahnya mulai mengerenyut melihat kesempatan saat kendaraan mulai kosong tapi kesenanganku itu tiba-tiba terganggu saat seorang siswa menghampiri Eva
“Yu, saya bantu” katanya
“oh… terimakasih” jawab Eva kebingungan
“Axel, sekolah kita bersebrangan” katanya mengulurkan tangan, mmmm… hatiku sakit aku mau pergi tapi kakiku tak bisa kulangkahkan, tanganku menahan beban dihatiku.
“hm.. Eva” jawab Eva, sambil berlalu meninggalkan Axel
Seminggu sudah, Axel selalu menunggu Eva pagi, siang, hatiku tak mampu berkata apa-apa, aku memang aneh kenapa aku tidak bertindak.. aku tak mengerti..
Setiap pulang sekolah, kita selalu pulang bersama karena saat ini aku yang menunggu Eva, walaupun kita bersebrangan tapi aku melihatmu, Va..
Katamu kamu selalu melihatku, sekarang aku yang melihatmu, entah apa hubunganmu dengan axel tapi suara tawamu senantiasa renyah menghiasi kesakitan hatiku di sebrang jalan, aku hanya mampu melihatmu tertawa padahal tawa itu dulu adalah denganku bukan dengan Axel, hatiku sedih tapi aku tak mau beranjak, aku tetap mau melihatmu tersenyum aku tak perduli dengan siapa kamu tersenyum, karena senyummu itu seperti cahaya bagiku..
Saat ini aku begitu yakin, kalo aku begitu mencintaimu Eva…
“Don, kalo seperti ini kayanya gua ga percaya kalo lo siswa paling pinter di sekolah ini, kayanya lebih pantes kalo lo jadi siswa paling bego” Mardi mencelaku, dan membuatku kaget aku terbangun dari semua memoriku tentang Eva.
“Maksud lo?” jawabku sinis
“Nih, buktinya, pacaran 2 tahun ketemuan Cuma pulang sekolah itupun hanya 15 menit, pacaran apaan tuh.. yang namanya orang pacaran tuh Don memberi, menjaga ya seperti gua yang selalu menjaga sekolah ini, ya ga jauh lah..” Mardi coba berfilsuf
“gua mau pulang Di, lu ijinkan ke kelas ya”
Mardi mengangguk.
***
Makan malam ini terasa hambar, sehambar hatiku “duh ini perasaan ngeyel banget”
“prak” tiba-tiba sendok yang kupegang jatuh, Ibu melihatku aneh “kenapa Don?”
“mmm enggak Bu, Doni istirahat dulu” jawabku sambil berlalu dari hadapan Ibu
“Namanya Eva kan Don” tiba-tiba Ibu berteriak dan menghentikan langkahku yang hampir masuk kamar, aku berlari ke bawah
“Ko Ibu tahu?”
“Ya tau lah, 2 tahun yang lalu kamu pernah nolong seorang laki-laki yang tabrak lari kan?”
Aku mengernyutkan kening mencoba mengingat masa itu
“Nah, seminggu setelah kejadian itu anak perempuannya si Bapa itu datang kesini bermaksud mengucapkan terima kasih, tapi sayang kamu gak mau bertemu dengan dia alasannya yak arena sibuk belajar”
Pikiranku semakin kuat berusaha untuk mengingatnya “ah aku lupa Ma”
“Dia bilang nyawa ayahnya begitu berharga, dan dia meminta agar mama membuat satu permintaan untukk dia laksanakan”
“terus” Doni penasaran
“Lalu Mama minta agar dia mau berteman dengan mu, karena Mama bilang putra Mama yang satu ini seperti gunung es, dingin, tak punya perasaan, egois dan pemalu”
Doni mengerlingkan mata dan mengangkat mulutnya “mammmaaa”
“Dia menyanggupi permintaan Mama, katanya sekedar menjadi teman itu ga masalah baginya tapi bila perasaannya sudah melampaui batas maka dia akan mundur”
“melampaui batas?”
“Ya, dalam kata lain kalau dia jatuh cinta padamu maka dia akan mundur dan menjauhimu, dan sepertinya dia menyukaimu Don”
“kenapa harus begitu Ma?”
“Mama juga tidak tahu, tapi setelah itu Mama, Kakamu bahkan Ayahmu yang super sibuk itu senantiasa memantau perkembangan hubungan kalian”
“Artinya Ma?”
“Mama, Kakamu Dina, Ayahmu sangat bahagia ternyata ada juga gadis yang jatuh cinta padamu”
Aku memeluk mama erat, beban ini jatuh dalam pundak mama, aku tak berkata apa-apa tapi hatiku memberitahu Mama dari A sampai Z tentang perasaanku.
***
Langkah Eva sepertinya terburu, kali ini dia sendirian, aku berlari mengejarnya
“Stop, Eva” teriakku
Tanganku erat memegang tangannya yang meronta “berhenti, Va aku mohon”
“aku tak mau bertemu denganmu” jawab Eva, matanya berkaca
“kamu tak mau bertemu denganku, lalu kamu menemui axel? Begitu?”
Eva memandangku tajam
“Berhenti menemuinya Va, plis berhenti menyakitiku, aku tak sanggup melihat tawamu berbagi dengannya, aku tak rela ketika dia menyebrangkanmu setiap pagi, aku tak rela ketika 15 menit itu dia ada di sampingmu”
“itu bukan urusanmu Don” Eva menjawab dengan bergetar
“itu urusanku Va, karena hanya aku yang pantas melakukan itu”
“kamu keterlaluan” Eva mencoba berlari dariku tapi pegangan tanganku tak mungkin dilepaskan
“Ingat siapa yang memberikan status “pacar” padaku? lalu apa pantas ketika pacar itu kamu diamkan? lalu kamu malah asik berbagi cerita ketika waktu itu sebenarnya milik pacar?” aku berkata dengan terburu napas
“Tapi….”
“Tapi apa? apa pernah aku berjalan dengan wanita lain selain kamu? apa pernah aku tertawa dengan perempuan lain di sepanjang jalan ini” Aku memotong kalimat Eva
Siang ini perempatan jalan ini begitu terik tapi begitu lengang, seperti pandangan mataku yang begitu rindu dengan raut dan gurat wajah Eva yang menyenangkan, bola matanya yang kecil dan biasanya centil itu memandang wajahku seakan menyalahkanku.
“Aku memang bersalah, ketika kamu kebingungan untuk menyebrang setiap pagi aku bukannya mendekat memegang tanganmu lalu menyebrangkanmu, atau ketika aku pulang lebih dulu seharusnya aku yang berdiri digerbang sekolahmu dan menunggumu, tapi kamu tau setiap pagi aku pasti datang lebih pagi darimu aku berdiri di belakang gerbang hanya untuk melihatmu dan saat pulang sekolah lebih dulu maka aku akan duduk dibelakang pos satpam hanya untuk melihatmu menyebrang menungguku, aku selalu melihatmu Va”
Eva terisak, matanya mulai berkaca-kaca tangannya yang meronta perlahan menyerah
“Eva give that fiveteen minutes for me, than i’ll give you the whole of my life, Aku mencintaimu Va” akhirnya kalimat itu keluar dari mulutku
Eva tidak menjawab, rontaan tangannya berhenti tubuhnya berbalik kearahku, mata kecilnya memandang wajahku seperti tak percaya “i’ll give you the whole of my life just to get that fiveteen minutes” kata Eva di sela isak tangisnya.
“Pacar?” seruku
Eva mengangguk “Pacar” .

September 1, 2012 at 10:24 pm Leave a comment

Just a little thing…..

Meraca hati yang tak pernah selesai bekerja..

Dalam tidurpun hati tetap harus stay untuk tetap terjaga agar mimpi yang hadir tak menyakitkan, kegalauan rasa kekacauan pikiran berawal dari hati yang begitu bimbang membaca keadaan, bukan tak mampu menafsirkan tapi ada sesuatu yang tak bisa dijelaskan dengan cepat…

Mata adalah jendela untuk melihat hati, tapi terkadang mata adalah tirai untuk melindungi keadaan hati yang sebenarnya…

Janganlah jadi orang yang suka berpura atau bersandiwara, terimalah keadaan saat hati menjadi bimbang janganlah membuat kebimbangan lain dengan mencari cara menutupi kebimbangan itu, berpikirlah karena logika adalah sahabat sejati dari hati ada hal yang tak mampu digapai oleh logika maka hati yang akan mampu menggapainya…

Bersyukurlah pada Sang Pemberi Hati yang sudah begitu indah mendampingkan dengan hasrat berpikir dari logika..

Jadikan hidup ini adalah catatan antara kebimbangan, kegalauan, kesusahan, kesenangan, kebahagiaan dan kecintaan..

Berperasaanlah dengan logika dan hati.. dan berpikirlah dengan hati dan logika..

Selamat sore friends, selamat menunaikan ibadah puasa…..

July 25, 2012 at 3:32 pm Leave a comment

KKN part 2

Ga terasa KKN sudah berjalan 2 minggu, tapi blom pernah sekalipun aku nengokin anak2 di Ciharashas (tegaaa bangeeetzzzz)…. Ya sih tapi mau di gimanain lagi… alasannya susah di ungkapkan dengan kata-kata (… kecuali lihat sendiri kerjaan oe, yang bejibun udah kaya orang sibuk ja…)

Minggu depan kayana bisa deh nyempetin lihat anak2 di Ciharashas, mau nyempetin sehari-dua hari mah kesana, ya secara gituh masa KKN aku ga tau apa-apa.

29 Juni 2012 tepatnya jam 20:12, hp silverku terima sms gini deh kalimatnya “assalamu’alaikum (aslinya di singkat) teh punten ngawagel saya ***** (maaf ya namanya ga I cantumkan 🙂 ntar kenalan aja sendiri ) ketua kelompok KKN dalam persetujuan sebelum KKN non reg bisa datang 3x seminggu tp dlam 2 minggu ni tteh blm dateng juga…” // hadeeeeh.. kena deh gue….

Sesudah kasi penjelasan kenapa lom bisa dateng lewat sms juga, jam 20:21 hpku bunyi lagi “kita smua bkin ksepakatan kalo dalam 3x seminggu tteh ga bisa dteng tteh dpet dikenai dnda 150rb jd /hari’ya 50rb” // tepok jidat langsung…  bukan masalah dendanya tapi bisa ya mereka mpe kesna, tapi mau gimana lagi ya resikolah, secara anak2 standby dilokasi sedangkan oe ga,  jadi ga tau juga masalh sebenarnya kaya gimana…. kalo boleh ngiri ya I ngiri juga lihat anak2 bisa standby di lokasi ngerasain betapa nano nanonya KKN itu, tapi pamiarsah I juga di target oleh pekerjaan… hmmmm… cuma bisa narik napas ja… pasrah….. aku jawabnya cuma gini “astagfirulloh segitunya..”

Sesudah ku jawab smsnya, Jam 20:26 ketua KKN ku kirim sms lagi “bukan gtu teh kta ja di sni pengeluaran dah lbh dri 750rb/org jd kita mnta kbjaksanaan and pengertian ja dri tteh jd mhon pngertian’y…” // makin penasarankan ada apa di tempat KKN sampe2 rekan2ku yang standby itu harus ngeluarin uang melebihi anggaran yang ditargetkan, tapi mau kesana jadi rada2 gimana gth padahal dah diniatin dari awal minggu ini aku mau full ngikutin kegiatan… masalahnya tar malah jadi salah tafsir kalo aku dateng takut di denda, haduuuuh gue jadi perasa gini… sejak kapaaaaaaaaan?????? maklum dalam hal ini emang oe yang salah juga siiiii……:(

Setelah mikiirr gmana jawabnya biar enak dibaca ga salah tanggap dan juga ngobatin diri sendiri biar tetep berfikir stabil, jam 21:33 aq jawab sms..”Mudah2an teteh bisa dtang, kalopun tdk mga teteh punya kelebhan wat bayar denda, makasih rekan2 atas kebjaksanaan an pengertiannya slama ni..” //mantap tuh, bohong kalo bilang aku langsung terima keputusan kaya gth secara kita bayar KKN lebih besar, tapi satu sisi aku juga ngerasa kalo rekan2 pasti need something or something happen, ya i dont know…..

So, minggu depan yang seharusnya aku dateng ke tempat KKN dengan happy heart clean brain jadi berubah feel… hmmmmm ni lah lika liku ibu-ibu yang bekerja dan sekolah lagi….

Dari kegiatan smsan dengan ketua KKN ku itu, kira kira hikmahnya adalah bahwa dalam keadaan seperti ini kita tidak bisa memilih satu diantara dua tiga atau empat, tapi kita menunda satu untuk melaksanakan yang kedua atau yang ketiga atau yang keempat, bukanya membuang tapi hanya menundanya untuk kita pilih ketika salah satu sudah terasa terpenuhi sehingga “kebijaksanaan dan pengertian” yang tertanam dalam masing-masing petak pikiran bisa tertunaikan…. so keep spirit guys… thanks for being my partner….

June 30, 2012 at 2:49 am 2 comments

Ketika Hati sengaja terluka

Pernah ga ngambil keputusan yang sangat menyakitkan tapi untuk kebaikanmu?

Yakin, semua orang pasti pernah melakukannya…

Paling banyak terjadi dalam sebuah dunia yang penuh misteri yaitu kehidupan percintaan, ah.. ga akan pernah bosan membahasnya..

I’ll be waiting for you.. walaupun hanya diutarakan dalam hati tapi berjanji untuk ditepati..

Menanti lama tanpa ada kabar, dan ketika kembali yang dinanti malah seperti potongan-potongan es, dingin dan beku..

Saat itu hati tak merasa terluka hanya ingin menangis dan bertanya “kenapa?”

Saat ia kembali pergi dan melambaikan tangan dengan senyum hampanya…

Masihkah berkata I’ll be waiting for you? tidak!!! yang tertinggal hanya pertanyaan “Siapa kamu? kenapa kamu? Jenuh?”

Walaupun masih setia tapi hati sudah tidak ikhlas,

Lalu ia kembali lagi, dan mata ini tak berbohong saat tangannya sudah erat memeluk tangan gadis lain, lalu masihkah mau setia?

Bingung, lalu berlari mengejar awan ke arah barat…

Mengatur napas, menata perasaan agar selaras dengan logika, keputusannya “aku pergi” tapi hati bertahan “I still loving u” butuh berapa senja sampai perasaan ini harus kuakhiri…

Tahukah rasanya seperti apa? aku seperti Vampir yang meminum darah sendiri yang adalah racun hingga membunuh setiap metabolisme tubuh, aku hidup tapi hampir mati… aku seperti membunuh diriku sendiri…. kamu puas?

July 26, 2011 at 4:43 am Leave a comment

Ketika Cinta

Ketika alunan asmara mulai menyapa anak adam,

siapa yang bisa menolak pesonanya yang begitu indah

mata itu akan penuh harapan, wajah itu laksana cahaya surga yang sengaja turun

Cintailah ia dengan seluruh kesederhanaanmu, karena langit tak mungkin dapat kamu jangkau andai kamu tak punya sayap….

Cinta itu memiliki sayap yang mampu menerbangkanmu ke atas awan, membawamu menari dengan angin, tapi ia akan kembali saat sore tiba, karena ia senantiasa merindukan matahari yang tertelan oleh birunya lautan..

Saat itu, kamu akan merasa betapa tergesanya ia menyongsong matahari, mampukah kita menyeimbangkan alunan sayapnya? kalau tidak kita akan terjatuh terhempas penuh kesedihan yang menyesakki kerongkongan…

Belajarlah untuk mencintai dengan bersahaja

Dengan begitu kakimu akan senantiasa menginjak bumi, hatimu akan selalu ada diantara detak jantungmu, otakmu akan selalu berada di kepalamu dan perasaanmu akan senantiasa sepadan dengan jiwamu…

Cinta, seribu tahunpun episode tentang cinta tak akan pernah berakhir…

Jika hatimu lapang kembalikanlah ia pada Yang Maha Cinta….

January 17, 2011 at 5:18 am Leave a comment

Perasaan di Ujung Sore

Ni puisi aq buat 7 tahun yang lalu 22 hari sebelum ulang tahunku…

Wat di share ajah…

Aku pernah mengukir sebuah harapan yang pernah pecah, dan harapan itu perlahan mulai kokoh berdiri walau tak sempurna…

Harapan itu ku jaga layaknya ku jaga sebuah keagungan perasaan, namun… Langit sore tak memberiku ijin dan memberiku pengertian tentang sebuah kesabaran dari sebuah penghianatan… aku kecewa…

Sore itu aku pamit, membawa ketegaran yang sudah kulupakan dulu…

October 28, 2010 at 2:35 am Leave a comment

Older Posts


October 2022
M T W T F S S
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Recent Posts

RSS Komunitas Cianjur

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Feeds